Museum Fatahillah

Posted on
Nama Museum Fatahillah / Museum Sejarah Jakarta
Alamat Jl. Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia
Jam Buka 08.00–17.00 WIB
Harga Tiket Masuk dewasa Rp4.000/orang, anak-anak Rp1.500/anak, dan pelajar Rp2.500/orang

Museum Fatahillah – DKI Jakarta adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki banyak peninggalan sejarah, bahkan ada juga peninggalan jaman prasejarah dulu. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya museum yang masih aktif buka di DKI Jakarta hingga kini. Museum-museum tersebut memberikan informasi mengenai perjalanan Indonesia sebelum merdeka, terutama di DKI Jakarta. Tentu, sangat bagus buat menambah wawasan apalagi buat adik-adik pelajar atau mahasiswa yang ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah Indonesia.

Apabila kamu tertarik menggali lebih dalam tentang sejarah Indonesia ketika masih dalam jajahan Belanda sampai awal kemerdekaan, kamu bisa berkunjung ke museum Satria Mandala dan Monumen Nasional. Sedangkan era sebelum sejarah atau prasejarah kamu bisa datang ke Museum Gajahmada. Namun, kalau kamu hanya ingin spesifik ketika jaman kolonial Belanda, jelas Museum Fatahillah memiliki informasi yang cukup lengkap.

Sejarah Museum Fatahillahw

Museum Fatahillah berada di Kota Tua, Jakarta Barat. Di sana terdapat informasi lengkap mengenai Kota Jakarta di era kolonial Belanda, dan juga barang-barang peninggalan zaman prasejarah sampai jayanya pelabuhan Sunda Kelapa era tersebut. Sebelumnya museum ini dibangun oleh Belanda sebagai Stadhuis atau Balai Kota yang diresmikan oleh Gubernur Jenderal Abrahan Van Riebeeck tahun 1710.

Pembangunan Museum Fatahillah sendiri sudah dimulai sejak tahun 1620 ketika eranya Gubernur Jendral Jan Piterszoon Coen. Ketika itu, kondisi dan tekstur tanah di Jakarta sangat tidak stabil, sehingga membuat Balai Kota ini sempat ambles. Bahkan, sebelum diresmikan pun, Balai Kota ini sudah mengalami beberapa kali pemugaran atau perbaikan.

Setelah diresmikan perlahan-lahan Balai Kota ini mengalami alih fungsi beberapa kali. Pertama sebagai gedung Balai Kota, pernah juga sebagai Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat di tahun 1925 sampai 1942, jadi Kantor Pengumpulan Logistik Dai Nippon saat Jepang menjajah Indonesia tahun 1942 sampai 1945. Setelah Indonesia memroklamirkan kemerdekaannya, gedung ini beralih fungsi lagi menjadi markas Komando Militer Kota/Kodim 0503 Jakarta Barat circa 1952 hingga 1968.

Barulah pada tahun 1968, Pemerintah Daerah DKI Jakarta mendapat hak penuh gedung ini dan langsung dijadikan Museum Sejarah Jakarta, waktu itu. Akhirnya, gedung ini diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada tanggak 30 Juni 1974. Museum Jakarta kini populer disebut sebagai Museum Fatahilllah dan terhitung sudah memiliki koleksi benda bersejarah hingga 23.500-an.

Daya Tarik

Benda-benda bersejarah tersebut sebagian ada yang asli, sebagaian ada yang palsu. Koleksinya rata-rata diambil dari Museum Jakarta Lama yang dulu terkenal dengan nama Oud Batavia Museum, berada di Jln. Pintu Besar Utara no. 27 dan sudah beralihfungsi jadi Museum Wayang.

Beberapa benda bersejarah yang bisa kalian temui di Museum Fatahillah ini adalah Prasasti Ciaruteum peninggalan era Tarumanagara, Meriam Si Jagur, Sel Tahanan Untung Suropati tahun 1670’an Patung Dewa Hermes dan lain-lain. Gambar atau lukisan Gubernur Jendral VOC Hinda Belanda yang dulu memimpin Jakarta antara tahun 1602 sampai 1972 juga ada di sini.

Museum Fatahillah menyimpan barang-barang tersebut sangat rapi, ada juga alat-alat pertukangan dan mebel antik peninggalan abad 17-19 yang juga masih tersimpan rapi di sini. Barang-barang di sini sudah dilengkapi dengan informasi mengenai barang tersebut, seperti asal usulnya dan periode barang tersebut dipakai/dibuat. Semua sangat lengkap agar wisatawan mendapat informasi dengan sangat jelas.

Gaya arsitektur kolonial klasik di Museum Fatahillah ini menambah kesan tersendiri. Di sinin juga ada ruang pameran yang isinya adalah Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Jayakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Sultan Agung, Ruang MH Thamrin, dan Ruan Fatahillah. Pembagian ruang tersebut memperhitungkan aspek artistik, fungsional, informatif, dan tata ruang buat benda koleksi untuk menambah kesan sejarah kepada pengunjung.

Barang yang dipamerkan di sini akan dirotasi sesuai kebutuhan, biasanya sekitar 500 barang dipamerkan, sisanya akan masuk gudang.

Ruangan Museum

Museum Fatahillah terdiri dari 3 lantai, tiap-tiap lantai memiliki tema sendiri-sendiri. Lantai pertama diisi oleh barang peninggalan VOC, seperti patung, kemarik, lemari, kerajinan, prasasti, gerabah, dan beberapa penemuan para arkeolog. Selain itu, ada beberapa benda peninggalan budaya Betawi, seperti rumah masyrakat Betawi dulu, tata ruang dapurnya, dan lain-lain.

Di lantai 2 wisatawan bisa menemukan informasi mengenai benda-benda peninggalan Belanda berupa perbotan, tempat tidur, lukisan-lukisan, jendela besar yang menghadap alun-alun kota dan lain-lain. Konon, jendela besar tersebut digunakan oleh petinggi kolonial Belanda buat melihat eksekusi hukuman mati.

Menuju ke ruang bawah tanah, di sini tidak kalah penting dengan ruangan lainnya. Pengunjung bisa melihat dan merasakan penjara bawah tanah buatan Belanda kala itu yang dipakai buat siapa pun yang dulu melawan pemerintahan Belanda. Ruangannya sangat pengap yang mana di dalamnya ada bandul besi besar untuk membuat para tahanan tidak bisa bergerak bebas.

Kamu juga bisa berkunjung ke tempat wisata lain loh, seperti ancol. Cek harga tiket masuk ancol dulu ya.

Fasilitas

Di Museum Fatihillah terdapat fasilitas yang cukup lengkap buat para pengunjung, berikut di antaranya.

Perpustakaan

Sebagai museum, di sini terdapat perpustakaan yang memiliki koleksi buku mencapai 1.200 judul dengan bahasa beragam, ada Inggris, Melayu, Belanda, dan Arab.

Kantin

Kamu bisa jajan-jajan lucu di sini sambil istirahat mengelilingi museum. Masakan yang ditawarkan mayoritas adalah masakan khas betawi.

Musala

Museum Fatahillah sudah dilengkapi dengan musala buat muslim supaya tidak ketinggalan beribadah.

Toko Souvenir

Kurang afdol rasanya jika berwisata atau berlibur tanpa membawa hadiah, maka di Museum Fatahillah juga tersedia toko souvenir.

Sinema

Terdapat ruangan sinemar yang menampilkan film-film dokumenter era Batavia dan film-film lainnya.

Taman Dalam

Di dalam Museum Fatahillah terdapat taman seluas 1000 meter lebih. Taman tersebut sering kali dimanfaatkan untuk acara Gathering, resepsi, dan Pensi.

Ruang Pameran

Buat yang suka pameran, di sini juga ada kok ruang pameran dan ruang pertemuan yang mampu menampung hingga 150 orang.

Alamat

Museum Fatahillah alamatnya di Jl. Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia. Kamu bisa klik maps di atas, loh, supaya bisa lebih akurat melihat Museum Fatahillah.

Rute

  • Terdapat 2 cara menuju ke Museum Fatahillah kalau kamu naik transportasi umum. Bisa naik bis – 1, bis – 9B, bis – ACM08, dan bis – B86. Selain itu, kamu bisa naik kereta – PINK, dan kereta – RED.
  • Buat kamu yang naik bis menuju ke Museum Fatahillah, kalau kamu dari Universitas Indonesia, Depok, naik bis AC143 – B86.
  • Kalau kamu dari Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan naik S615 – ACM08.

Jam Buka

Museum Fatahillah mulai dibuka untuk umum pukul 08.00–17.00 WIB. Jangan sampai terlalu lama di dalamnya. Kalau ada pertanyaan sebelum berkunjung ke sini, kamu bisa menghubungi kontak 021-6929101.

Harga Tiket Masuk Museum Fatahillah

Kamu wajib bayar tiket masuk Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta ini dulu sebelum masuk. Untuk dewasa dipatok dengan harga Rp4.000/orang, anak-anak Rp1.500/anak, dan pelajar Rp2.500/orang. Harga yang sangat murah dengan apa yang akan kamu dapatkan ketika masuk ke museum ini nanti.

Tips

Tips berkunjung ke Museum Fathillah ini adalah sebagai berikut.

  • Jangan merusak koleksi yang ada.
  • Jangan mencuri koleksi yang ada.
  • Patuhi peraturan.
  • Siapkan uang lebih jika kamu ingin banyak jajan di sini.
  • Bawa smartphone buat foto-foto.
  • Silakan tanya ke petugas dulu apakah boleh membawa kamera SLR.

Galeri Foto

museum fatahillah
instagram : @shakayla_noura
museum sejarah jakarta
instagram : @chillaramadhan
museum fatahillah kota tua
instagram : @lia.liuu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *