PROMO Harga Tiket Masuk Candi Borobudur April 2018

By On Saturday, December 23rd, 2017 Categories : Tiket Masuk
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur

Candi Borobudur

Harga Tiket Masuk Candi Borobudur – Candi Borobudur merupakan salah satu tempat peninggalan sejarah yang ada di Indonesia yang berasal dari para leluhur pada zaman dahulu kala. Dimana ia terletak di Jl Bradrawati Desa Borobudur, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Candi yang dibangun oleh Dinasti Syailendra ini masuk dalam deretan salah satu dari 7 keajaiban dunia. Bahkan, Candi Borobudur juga tercatat dalam World Wonder Heritages oleh UNESCO sebagai salah satu peninggalan bersejarah terbaik.

Bangunan Candi Borobudur memang terkesan sangat mengagumkan. Ia nampak klasik dengan kultur atau ciri khas yang mampu memikat para pengunjungnya, baik pengunjung dari dalam maupun luar negeri. Koleksi relief budha yang dimilikinya terbilang sangat megah dan lengkap, serta terbanyak di seluruh dunia.

Selain kultur yang khas, bangunan candi yang terletak di Jawa Tengah ini juga terbilang sangat unik. Ia mampu berdiri kokoh berpuluh-puluh tahun lamanya meskipun tidak dibangun menggunakan perekat. Artinya, Candi Borobudur hanyalah sebongkah batu yang ditumpuk tanpa adanya perekat seperti semen dan lain sebagainya.

Harga Tiket Masuk Candi Borobudur

Termasuk sebagai bangunan bersejarah, Candi Borobudur sangat cocok dijadikan pilihan untuk berlibur bersama keluarga ketika musim libur tiba. Terlebih lagi, para pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk saja tanpa perlu tambahan biaya lainnya.

Tiket masuk Candi Borobudur sendiri terbagi menjadi dua kategori, yakni kategori pengunjung dari Indonesia dan pengunjung mancanegara. Para wisatawan lokal atau dari Indonesia tentu akan berbeda antara anak-anak dan orang dewasa. Untuk anak-anak di bawah 6 tahun, harga tiket masuk yang perlu dibayarkan ialah Rp 12.000 per anak. Sementara untuk orang dewasa atau pengunjung berusia 6 tahun ke atas, harga tiket untuk masuk ke candi Borobudur ialah Rp 30.000 per orang.

Bagi pengunjung mancanegara atau luar Indonesia yang ingin berkunjung ke Candi Borobudur, harga tiket yang perlu dibayarkan ialah USD 10$ untuk anak-anak di bawah 6 tahun, sedangkan untuk orang dewasa, harga tiket masuknya 2x lipat dari harga tiket anak-anak, yakni USD 20$.

Wisata Magelang

Selain Candi Borobudur, terdapat banyak tempat wisata di Magelang yang dapat Anda kunjungi untuk menghilangkan penat. Berikut daftar wisata Magelang yang patut untuk dikunjungi.

  1. Gereja Ayam

Gereja Ayam tentu bukan lagi menjadi tempat yang asing bagi para masyarakat Magelang. Terlebih lagi, tempat ini sangat populer usai dijadikan tempat shooting film AADC. Meskipun kondisi Gereja Ayam terbengkalai dan tidak terurus dengan baik, namun fisiknya terbilang sangat unik sehingga mampu menarik perhatian para wisatawan.

Pada dasarnya, tempat wisata yang satu ini bukanlah berupa ayam, melainkan sebuah burung merpati dengan mahkota yang ditempatkan pada bagian kepalanya. Gereja Ayam sendiri terletak di Bukit Rhema, Dusun Gombong, Desa Kembang Limus, Kecamatan Borobudur.

  1. Puthuk Setumbu

Puthuk Setumbu merupakan tempat yang paling favorit untuk menikmati suasana sunrise ketika berada di Magelang. Pemandangan yang disuguhkan di tempat ini kala subuh terbilang sangat luar biasa, yakni balutan kabut putih dengan kerlip lampu yang dilatar belakangi oleh gunung merapi dan gunung merbabu.

Untuk dapat masuk ke Puthuk Setumbu, pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar Rp 15.000 untuk wisatawan Indonesia dan Rp 25.000 untuk wisatawan lokal. Puthuk Setumbu sendiri terletak di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

  1. Curug Silawe

Curug Silawe merupakan sebuah wisata air terjun yang keberadaannya terbilang tersembunyi karena berada di lereng gunung, sehingga tak heran jika akses jalannya juga terbilang cukup sulit. Tempat wisata air yang satu ini terletak di ketinggian sekitar 500 meter dari permukaan laut.

Meskipun tempatnya tersembunyi, namun Curug Silawe terbilang rupanya tidak pernah sepi pengunjung. Lokasi dari Curug Silawe sendiri ialah di Dusun Kopeng Kulon, Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang.

BACA JUGA : Promo Harga Tiket Masuk Taman Safari Prigen April 2018

Sejarah Borobudur

Candi Borobudur merupakan bangunan yang kaya akan sejarah. Candi yang menjadi icon Indonesia memiliki sejarah pendirian yang menarik untuk dipelajari. Berikut sejarah berdirinya Borobudur dari awal hingga saat ini.

  1. Perkiraan Asal Mula Berdirinya Candi Borobudur

Tidak ada bukti tertulis akan berdirinya Candi Borobudur, namun para ahli sejarawan memperkirakan bahwa candi tersebut didirikan sekitar tahun 800 masehi, tepatnya antara 760M dan 830M. Pembangunan Candi Borobudur diperkirakan berlangsung selama 75 hingga 100 tahun. Perkiraan dari pembangunan tersebut diperkuat dengan adanya sebuah pahatan pada pigura asli relief yang terletak di kaki candi (Karwa Wibhangga). Selain itu, terdapat pula candi-candi kecil peninggalan wangsa Syailendra yang menganut agama Buddha Mahayana.

  1. Tahap Pembangunan

Pembangunan Candi Borobudur diperkirakan memakan waktu sekitar 50 tahun. Hal ini didasarkan dari identifikasi serat dan corak pigura dalam pembangunan candi, serta keberadaan beberapa prasasti yang diklaim hasil campur tangan dari masa kejayaan wangsa Syailendra. Berikut tahapan pembangunan Candi Borobudur selama 50 tahun tersebut.

  1. Tahap Pertama

Pada tahap pembangunan Candi Borobudur yang pertama, candi tersebut dirancang khusus untuk membentuk suatu piramida berundak. Namun, tahapan tersebut tidak terselesaikan atau mengalami kegagalan. Hal tersebut disebabkan analisa karbon yang kurang akurat, sehingga penyusunan dan pembangunan candi pun harus dirancang dan ditata ulang.

  1. Tahap Kedua

Pembangunan Candi Borobudur ini diutamakan pada pondasi dasar candi. Pondasi dari candi tersebut dirancang lebih lebar dengan penambahan dua buah undak persegi dan satu buah undak lingkaran. Dimana tiap undak tersebut disebut sebagai stupa induk besar.

  1. Tahap Ketiga

Unduk induk besar dari Candi Borobudur akhirnya harus dibongkar untuk digantikan dengan beberapa buah undak besar yang berbentuk lingkaran. Jumlah undak induk besar kala itu ialah sekitar 3 buah. Dimana tiap 3 buah undak induk tersebut terdapat sebuah undak yang menggunakan stupe berukuran besar.

  1. Tahap Keeempat

Tahap keempat Borobudur dijadikan sebagai tempat ziarah dan berdoa bagi para umat Buddha. Kala itu, candi ini hanya digunakan selama sekitar 150 tahun. Jelas hal ini tidak sesuai dengan lama pembangunan yang dilakukan. Hal tersebut rupanya disebabkan adanya keruntuhan dari wangsa Syailendra yang membuat para umat Budha mencari tempat lain untuk berziarah dan berdoa. Akibatnya, Candi Borobudur pun terbengkalai hingga terkubur di dalam tanah.

Candi Borobudur yang tidak digunakan tersebut lama-lama semakin tenggelam dan tersembunyi di bawah lapisan tanah dan debu vulkanik. Ditambah lagi dengan pepohonan dan belukar yang membuatnya hampir menyerupai sebuah bukit. Namun, pada tahun 1814M, seorang penjelajah dunia yang bernama Sir Thomas Stamford Raffles memerintahkan para anak buahnya untuk menggali tanah dan menemukan sebuah piramida besar yang berbentuk dari pembangunan Candi Borobudur ialah berupa perubahan-perubahan kecil yang berupa penambahan relief, penambahan tangga dan penambahan lengkungan pintu masuk candi.

  1. Penemuan Kembali Candi Borobudur yang Hilang

Setelah pembangunan candi telah selesai, beberapa prasasti mengungkapkan bahwa Candi Borobudur dijadikan sebagai tempat ziarah dan berdoa bagi para umat Buddha. Kala itu, candi ini hanya digunakan selama sekitar 150 tahun. Jelas hal ini tidak sesuai dengan lama pembangunan yang dilakukan. Hal tersebut rupanya disebabkan adanya keruntuhan dari wangsa Syailendra yang membuat para umat Budha mencari tempat lain untuk berziarah dan berdoa. Akibatnya, Candi Borobudur pun terbengkalai hingga terkubur di dalam tanah.

Candi Borobudur yang tidak digunakan tersebut lama-lama semakin tenggelam dan tersembunyi di bawah lapisan tanah dan debu vulkanik. Ditambah lagi dengan pepohonan dan belukar yang membuatnya hampir menyerupai sebuah bukit. Namun, pada tahun 1814M, seorang penjelajah dunia yang bernama Sir Thomas Stamford Raffles memerintahkan para anak buahnya untuk menggali tanah dan menemukan sebuah piramida besar yang berbentuk candi tersebut. Dimana piramida tersebut tidak lain merupakan Candi Borobudur.

Sayangnya, Sir Thomas Stamford Raffles tidak meneruskan penggalian tanah karena disibukkan dengan kegiatan berperang. Hingga akhirnya pada tahun 1835M, Hartman yang merupakan gubernur jenderal Belanda melanjutkan penggalian dan mengangkat candi ke permukaan.

  1. Pemugaran Candi Tahap Awal

Candi Borobudur yang telah diangkat ke permukaan, mengalami pemugaran pertama kalinya pada tahun 1907 – 1911 dengan dipimpin oleh gubernur Van Erf dari Belanda. Pemugaran tersebut berupa pembersihan puing-puing kotor di sekitar monumen dan pada candi-candi yang rusak. Tujuan dari pemugaran candi tahap awal ini ialah untuk menghindari kerusakan candi lebih parah.

  1. Pemugaran Candi Tahap Lanjutan

Pemugaran Candi Borobudur rupanya terus berlanjut, dimana dilakukan setelah Indonesia merdeka, yakni pada tahun 1973. Pemugaran tersebut berlangsung sekitar 10 tahun. Dibawah kepemimpinan Dr. Supomo, proyek pemugaran candi dikerjakan oleh sekitar 600 tenaga kerja muda lulusan SMA dan STM. Para lulusan muda tersebut telah dibekali keterampilan dan pendidikan di bidang Chemika Arkeologi (CA) dan Teknologi Arkeologi (TA).

Dalam pemugaran kali ini, Dr. Supomo memerintahkan adanya penambahan 20 ton prasasti yang ditempatkan di sebelah barat laut candi dan menghadap ke timur. Beberapa bagian candi juga diperbaiki dan diperkokoh, contohnya Rapadhatu (tempat tinggal yang terletak di bagian paling bawah), teras 1 hingga 3, stupa induk dan kaki candi.

  1. Candi Borobudur Saat Ini

Saat ini, Candi Borobudur telah berdiri sangat kokoh dan bahkan telah menjadi icon Indonesia. Candi tersebut dijadikan tepat wisata yang mampu menarik perhatian para wisatawan lokal atau pun mencanegara. Bahkan, tiap tahunnya, Candi Borobudur juga digunakan sebagai tempat berkumpul para penganut agama Buddha untuk berziarah untuk merayakan hari Trisuci Waisak.

Letak Candi Borobudur

Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Letaknya ialah sekitar 100 km sebelah barat daya kota Semarang, 86 km di sebelah barat kota Surakarta dan 40 km di sebelah barat laut kota Yogyakarta.

Candi Borobudur terletak di atas bukit pada dataran yang dikelilingi oleh dua pasang gunung kembar, yakni Gunung Sundoro-Sumbing dan Gunung Merbabu-Merapi. Dimana Gunung Sundoro-Sumbing tersebut terletak di sebelah barat laut, sementara Gunung Merbabu-Merapi terletak di sebelah timur laut. Di sebelah utara Candi Borobudur terdapat bukit Tidar. Selain itu, Candi Borobudur berada sangat dekat dengan pertemuan dua sungai, yakni Sungai Progo dan Sungai Elo yang berada tepat di sebelah timur.

Jam Buka Candi Borobudur

Candi Borobudur buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 17.000 WIB. Waktu terbaik untuk mengunjungi obyek wisata ini ialah pada pagi hari ketika candi baru buka atau jika tidak bisa dilakukan pada sore hari menjelang sunset. Pasalnya, di jam-jam tersebut, sinar matahari belum terlalu menyengat sehingga membuat Anda bisa leluasa berjalan-jalan di sekitaran Candi Borobudur. Selain itu, jumlah pengunjung pada pagi atau sore hari biasanya tidak terlalu ramai, sehingga pengunjung dapat memotret gambar secara lebih leluasa.

Karena lokasinya yang cukup luas dan harus ditempuh dengan berjalan kaki, Anda tentunya akan kelelahan ketika mengitari Candi Borobudur pada siang hari. Sebaiknya gunakan alas kaki yang nyaman yang tidak membuat Anda kelelahan, contohnya sandal atau flat shoes. Selain itu, disarankan juga membawa kacamatan, payung atau topi sebagai pelindung diri dari panasnya terik matahari.

Tiket Masuk Candi Borobudur

Candi Borobudur juga dapat dijadikan sebagai tempat tujuan berwisata bersama rombongan, baik sekolah atau umum. Untuk rombongan pelajar atau dari sekolah, biasanya akan mendapatkan diskon sebesar 10% untuk jumlah rombongan minimal 20 orang. Sementara untuk rombongan umum, akan mendapatkan voucher tiket masuk gratis jika jumlah rombongan yang masuk ialah minimal 30 orang.

Namun, diskon atau keringanan dari tiket masuk tersebut memiliki persyaratan tertentu. Untuk rombongan pelajar, persyaratannya ialah harus mengajukan surat permohonan dispensasi oleh kepala sekolah dengan tanda tangan dan stempel dari sekolah tersebut yang ditujukan kepada Kepala Unit Taman Wisata Candi Borobudur. Surat permohonan tersebut harus mencantumkan hari dan tanggal kunjungan, serta jumlah peserta.

Sementara untuk rombongan umum, ketua rombongan dapat langsung mengurus ke counter tiket rombongan untuk melaporkan jumlah rombongan yang datang. Pembayaran Harga Tiket Masuk Candi Borobudur dari rombongan umum tidak diperbolehkan membayar satu per satu anggota, melainkan harus dibayarkan jadi satu oleh ketua rombongan tour.

Pencarian Harga Tiket Populer:

  • tiket masuk borobudur 2018
  • tiket masuk candi borobudur 2018
  • tiket borobudur 2018
  • harga tiket borobudur 2018
  • harga tiket masuk borobudur 2018
  • harga tiket masuk candi borobudur 2018
  • tiket masuk borobudur
  • htm borobudur 2018
  • tiket masuk candi borobudur
  • harga tiket candi borobudur 2018
/* */